• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Tampilkan postingan dengan label Formula 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Formula 1. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Mei 2009

Barrichello Kecewa Gagal Jadi Tercepat


BARCELONA - Rubens Barrichello kembali gagal memanfaatkan peluang untuk menjadi pembalap tercepat di Formula One (F1) GP Spanyol. Barrichello harus merelakan tempat terdepan kepada rekan setimnya Jenson Button.

Selama sesi kualifikasi di Circuit de Catalunya, sebenarnya Barrichello sempat tampil cemerlang di Q1 dan Q2. Namun, penampilan mantan pembalap Ferrari itu justru menurun di Q3.

Alhasil, posisi terdepan milik Barrichello berhasil disamber oleh pembalap Red Bull Sebastian Vettel, sebelum akhirnya Button berhasil merebut posisi terdepan di menit-menit akhir.

"Kami menjalani pekan yang cukup menyenangkan belakangan ini di Spanyol dan saya senang bisa memulai balapan dari posisi ketiga. Namun, saya sedikit kecewa tidak bisa meraih posisi tedepan setelah tampil hebat di Q2," cetus Barrichello.

"Kami mungkin mengambil keputusan terlalu cepat di putaran terakhir kualifikasi dan itu yang membuat peluang terbuang. Namun, saya cukup senang dengan strategi kami dan kami berada di posisi bagus pada balapan nanti," jelas pembalap kelahiran Sao Paolo itu.

"Kami harus bisa menjaga posisi ini dengan baik selama balapan. Sebab, Ferrari melalui Felipe Massa mulai menunjukan potensi selama kualifikasi," pungkas pembalap 36 tahun tersebut dikutip crash, Minggu (10/5/2009). (hmr)

Dikuti Dari :
http://sports.okezone.com/read/2009/05/10/37/218218/37/barrichello-kecewa-gagal-jadi-tercepat

Brawn GP Dituding Korbankan Barrichello


BARCELONA - Bos Brawn GP Ross Brawn membantah pihaknya sengaja mengorbankan Rubens Barrichello demi kemenangan Jenson Button di Grand Prix Spanyol, Minggu (11/5/2009).

Barrichello disebut-sebut sebagai korban strategi. Pembalap Brasil 26 tahun itu memimpin laga sejak awal gagal meraih podium pertama. Namun, Button mengambil alih posisinya setelah digadang strategi dua kali masuk pitstop di satu putaran.

Dua petinggi Brawn GP Nick Fry dan Ross Brawn langsung menepis isu konspirasi tersebut. "Itu tidak benar," sangkal Fry kepada autosport.

"Keduanya tampil dengan determinasi tinggi. Jenson terus memperpendek jarak, sedangkan Rubens masuk garasi karena bermasalah," jelasnya.

Seperti dilansir autosport, Senin (11/5/2009), Brawn mengatakan, dirinya sama sekali tidak mengharapkan keuntungan apapun buat Button, termasuk mengorbankan Barrichello.

"Bila melihat waktu lap dan persediaan bahan bakar, Anda akan tahu ia lebih lambat dari yang diharapkan," terang Brawn.

Lalu bagaimana Brawn menyikapi kekecewaam Barrichello yang untuk kali kedua dipecundangi rekan setim: "Wajar ia kecewa. Tak ada satu pun pembalap yang senang dikalahkan."

"Saya ingin melihat Rubens menang, dan itu pencapaian luar biasa buat tim. Kami tidak memprioritaskan siapapun," tandasnya.
(dnl)

Dikutip Dari :
http://sports.okezone.com/read/2009/05/11/37/218389/37/brawn-gp-dituding-korbankan-barrichello

Button Tak Terbendung


BARCELONA - Dominasi Jenson Button di pentas Formula One (F1) belum terhenti. Dia berhasil membawa Brawn GP ke podium juara Grand Prix Spanyol di Sirkuit Catalunya, Minggu (10/5/2009).

Sebenarnya, Barrichello sempat memulai balapan dengan baik. Dia berhasil merebut posisi terdepan dari tangan Button pada saat tikungan pertama dan lap pertama pada balapan ini.

Bahkan, Barrichello berhasil mempertahankan peringkat pertama hingga balapan hanya tersisa 33 putaran lagi. Namun, keputusan Button menjalankan dua kali pit stop membuatnya berhasil merebut pimpinan lomba dari tangan Barrichello.

Sejak saat itu, posisi Button tidak dapat terkejar oleh rekan setimnya tersebut. Pembalap asal Inggris itu kembali berhasil membawa pulang kemenangan. Disusul Barrichello dan pembalap Red Bull, Mark Webber.

Nasib nahas dialami tim Ferrari. Felipe Massa sebenarnya memulai perlombaan cukup baik, di mana dia sempat menduduki peringkat ketiga. Namun, satu persatu pembalap berhasil melewati Massa.

Praktis, peringkat keempat akhirnya direbut oleh rekan setim Webber, Sebastian Vettel. Sedangkan peringkat kelima diraih pembalap Renault Fernando Alonso yang melewati Massa di lap terakhir. Massa sendiri harus puas berada di urutan keenam. Peringkat ketujuh diraih pembalap Williams, Nico Rosberg.

Nasib sial juga dialami rekan setim Massa, Kimi Raikkonen. Sempat berada di posisi 10, pembalap asal Finlandia itu gagal melanjutkan balapan hingga akhir setelah mobilnya mengalami kerusakan.

Dengan kemenangan keempat kali pada musim ini, maka Button semakin berjaya di puncak klasemen dengan raihan 41 poin poin. Disusul Barrichello yang berada di peringkat kedua dengan 27 poin.

Hasil balapan GP Spanyol:
Menyentuh garis finish:
Pos Driver Team Time
1. Button Brawn GP-Mercedes (B) 1h37:19.202
2. Barrichello Brawn GP-Mercedes (B) + 13.056
3. Webber Red Bull-Renault (B) + 13.924
4. Vettel Red Bull-Renault (B) + 18.941
5. Alonso Renault (B) + 43.166
6. Massa Ferrari (B) + 50.827
7. Heidfeld BMW Sauber (B) + 52.312
8. Rosberg Williams-Toyota (B) + 1:05.211
9. Hamilton McLaren-Mercedes (B) + 1 lap
10. Glock Toyota (B) + 1 lap
11. Kubica BMW Sauber (B) + 1 lap
12. Piquet Renault (B) + 1 lap
13. Nakajima Williams-Toyota (B) + 1 lap
14. Fisichella Force India-Mercedes (B) + 1 lap

Gagal finish:
Driver Team On lap
Raikkonen Ferrari (B) 18
Kovalainen McLaren-Mercedes (B) 8
Trulli Toyota (B) 1
Buemi Toro Rosso-Ferrari (B) 1
Bourdais Toro Rosso-Ferrari (B) 1
Sutil Force India-Mercedes (B) 1

(hmr)

Dikuti Dari :
http://sports.okezone.com/read/2009/05/10/37/218312/button-tak-terbendung

Kamis, 30 April 2009

Komitmen Mercedes di F1


WOKING - Mercedes dikabarkan mengancam akan meninggalkan balapan Formula One (F1) karena masalah krisis keuangan global. Namun, masalah ini dibantah pabrikan asal Jerman itu.

Salah satu anggota Mercedes mengatakan: "Kami selalu melihat hubungan kami dengan F1 setiap tahun. Namun, kami tidak bisa berhenti tahun ini karena kami masih punya kontrak."

Namun, Mercedes juga mengatakan, mereka tidak menutup kemungkinan bahwa memikirkan masa depannya di F1, demikian seperti diberitakan motoring.co.az, Rabu (29/4/2009).

Komentar ini membantah pernyataan yang dikeluarkan salah satu perwakilan karyawan Mercedes, Helmut Lense. Pekan lalu, Lense mengatakan Mercedes seharusnya menyudahi hubungan dengan F1.

Ini jelas merupakan kabar baik buat McLaren selaku pemasok utama Mercedes dan F1 tentunya. Sebab, McLaren-Mercedes sudah meraih beberapa gelar konstruktor dan tiga gelar juara dunia pembalap dari Mika Hakkinen (1998, 1999) dan Hamilton (2008)
(hmr)

Dikutip Dari :
http://sports.okezone.com/read/2009/04/29/37/215036/37/
komitmen-mercedes-di-f1

Hamilton Realistis Tatap GP Spanyol


ENSTONE - Juara Dunia F1 Lewis Hamilton mengaku sangat tertantang menghadapi GP Spanyol. Namun, dia tidak mau kePedean, apalagi menurutnya kontur sirkuit Catalunya sangat sulit.

Beban yang ada dibenak Hamilton hampir sepenuhnya terangkat. Putusan FIA terkait skandal Lie-Gate sama sekali tidak memberatkan. Selain itu, dia juga sudah mulai menemukan pakem balapannya lagi.

Kini, The Briton sangat antusias menanti digelarnya GP Spanyol. Berkaca dari penampilan di akhir pekan lalu, Hamilton yakin bisa meraih hasil yang memuaskan, meskipun harus berlaga di sirkuit yang tergolong ekstrim itu.

"Setelah penampilan di Bahrain, saya merasa jauh lebih baik. Tapi, saya juga harus waspada dengan kondisi sirkuit Catalunya," ungkap Hamilton seperti disitat Autosport, Kamis (30/4/2009).

"Mobil kami juga tidak akan terlalu banyak mengalami perombakan. McLaren sudah terlebih dulu melakukannya sebelum tim lain, namun layaknya para mekanis tim, saya juga harus tetap optimistis," tandasnya. (msy)

Dikutip Dari :
http://sports.okezone.com/read/2009/04/30/37/215527/
hamilton-realistis-tatap-gp-spanyol